HAPPY HOLIDAYS 2017 & HAPPY NEW YEAR 2018....PLEASE VISIT US WWW.INDOCYCLESSOCAL.COM ALSO @youtube,instagram,facebook,TO SHOPPING CLICK THE STORE BUTTON ABOVE ,WE HAVE MANY GREAT DEALS..

BADMINTON TV

BADMINTON TV
BADMINTON TV

Wednesday, December 2, 2015

badminton indonesia master 2015

(Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015) Rexy Mainaky: Tantangan Terberat ada di Sektor Ganda Putri

12/1/2015
Oleh



(Malang, 1/12/2015)
Sektor ganda putri dinilai sebagai sektor yang paling berat dalam upaya membawa pulang gelar di turnamen Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015. Pasangan andalan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari akan mendapat tantangan dari wakil Tiongkok, Yu Yang/Tang Yuanting.

Jika lolos, Greysia/Nitya diperkirakan akan bertemu dengan Yu/Tang di babak final. dalam catatan rekor pertemuan kedua pasangan, Greysia/Nitya belum berhasil menang dari total tiga laga yang sudah berlangsung.

“Saya rasa Greysia/Nitya pasti punya keinginan untuk membalas kekalahan atas Yu/Tang. Sektor ganda putri memang perlu kerja keras untuk mengambil gelar, tantangan terberat memang di nomor ini. Tiongkok adalah lawan terberat kami,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky.

Sebelum ke final, Greysia/Nitya kemungkinan mesti melewati lawan-lawan dari negeri sendiri atau bahkan dari Malaysia dan Korea. Sebagai unggulan pertama, pasangan peraih medali emas Asian Games Incheon 2014 ini memang diperkirakan belum menemui lawan berarti di babak-babak awal.

Greysia/Nitya yang kini duduk di peringkat empat dunia, tengah berusaha menambah poin sebanyak mungkin demi mengamankan posisi mereka ke olimpiade Rio de Janeiro 2016 mendatang.

“Kami mau mengumpulkan poin ke olimpiade. Jadi, mau tidak mau harus juara, namun kami tidak mau menjadikan ini sebagai beban. Kami tetap akan berusaha memenangkan satu demi satu pertandingan dan belajar dari setiap pertandingan. Semoga kami bisa mencapai peak performance di olimpiade nanti,” ucap Greysia.

Selain Greysia/Nitya, sektor ganda putri juga diperkuat pasangan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah, Suci Rizki Andini/Maretha Dea Giovani, dan sebagainya. (*)


(Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015) Anthony Akui Agak Nervous Main di Hadapan Publik Sendiri

12/2/2015
Oleh


(Malang, 2/12/2015)
Kecintaan masyarakat Indonesia akan olahraga bulutangkis memang luar biasa. Seperti yang terlihat di stadion Graha Cakrawala pada siang ini (2/12), meskipun baru babak pertama, penggemar bulutangkis di kota Malang dan sekitarnya sudah ramai menonton kejuaraan Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015.

Riuh penonton yang ramai sempat membuat Anthony Sinisuka Ginting merasa grogi. Pasalnya ia ingin memenuhi ekspektasi penonton dengan memetik kemenangan atas lawan yang tengah dihadapinya, Kim Dong Hoon dari Korea.

Anthony akhirnya menunaikan tugasnya dengan baik, kemenangan dua game langsung diraih Anthony dengan skor 21-16, 21-19.

“Di awal permainan saya memang agak nervous karena sekarang main lagi di Indonesia, di hadapan penonton sendiri. Ditambah lagi, hari ini penontonnya lumayan ramai, berbeda dengan pertandingan di luar negeri. Tetapi saya jadikan semangat saja, “ kata Anthony.

Laga di babak pertama turnamen berhadiah total 120 ribu Dollar AS ini merupakan pertemuan kedua Anthony dengan Kim. Pada pertemuan pertama di Korea Open Super Series 2015, Anthony juga menang dengan skor 19-21, 21-19, 21-17.

“Kim punya permainan yang cukup bagus, bola-bola pengembaliannya susah untuk dikembalikan. Di game kedua, saya lebih berani untuk menurunkan bola, ditambah lapangan saya searah dengn arah angin,” tambah pemain dari klub SGS PLN Bandung ini.

“Saya berharap dapat tampil baik di turnamen ini, tidak mau muluk-muluk dulu, yang penting bisa mengeluarkan seluruh kemampuan yang sudah saya pelajari selama latihan,” pungkas Anthony.

Sebelum Anthony, Pelatnas Cipayung sudah menempatkan Ihsan Maulana Mustofa dan Krisna Adi Nugraha ke babak kedua. Pemain andalan Tommy Sugiarto juga meraih tiket babak kedua dengan relatif mudah dengan mengalahkan Rajid Patriawan (Indonesia), dengan skor 21-5, 21-5. (*)


(Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015) Hendra/Ahsan Menang Mudah

12/2/2015
Oleh


(Malang, 2/12/2015)
Babak pertama turnamen Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015 dilewati Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tanpa hambatan berarti. Pasangan unggulan pertama ini sukses membendung duet dua pemain tunggal putra asal Indonesia, Kaizar Bobby Alexander/Nathaniel Ernestan Sulistyo, dengan skor 21-11, 21-12.

Sebagai pemain kelas dunia yang kini menduduki rangking dua dunia, Hendra/Ahsan tak terlalu kesulitan menghadapi Kaizar/Nathaniel. Pasangan unggulan pertama ini begitu menguasai jalannya permainan dan selalu mendominasi perolehan angka, mereka memang belum bertemu lawan seimbang.

Meskipun begitu, Hendra/Ahsan mengaku tak pernah menganggap enteng lawan yang akan mereka hadapi.

“Kami tidak mau menganggap remeh lawan, kami anggap semua lawan berat. Walaupun rangkingnya masih dibawah kami, tetapi kami anggap saja sejajar. Jadi kami lebih siap dalam menghadapi mereka,” kata Ahsan usai laga.

“Lawan kami adalah pemain-pemain tunggal, kami juga belum pernah bertemu mereka. Tadi kami langsung menekan pertahanan lawan. Kami juga menjajal kondisi lapangan karena ini pertandingan pertama,” tutur Ahsan.

Dijagokan di tempat pertama, Hendra/Ahsan diharapkan mampu mengamankan gelar ganda putra. Namun Hendra/Ahsan tak mau lengah, apalagi di posisi unggulan kedua ada pasangan Tiongkok, Chai Biao/Hong Wei yang siap mengancam.

“Kami mewaspadai pasangan Tiongkok, Chai Biao/Hong Wei. Kami harus lebih siap lagi berhadapan dengan mereka. Namun di pertandingan babak pertama ini, feel-nya sudah dapet,” ujar Hendra.

Saat berita ini diturunkan, sudah enam wakil ganda putra Indonesia yang melaju ke babak kedua. Selain Hendra/Ahsan, ada pasangan Kenas Adi Haryanto/Hardianto, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Arya Maulana Aldiartama/Setiawan Hidayat, Clinton Hendrik Kudamassa/Agrippina Primarahmanto Putera, serta Didit Juang/Christopher Rusdianto.

Hasil sementara babak pertama Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015 dapat dilihat di sini. (*)


(Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015) Linda : Saya Mau Fokus Satu Demi Satu Pertandingan

12/2/2015
Oleh


(Malang, 2/12/2015)
Linda Wenifanetri merupakan salah satu andalan tunggal putri Indonesia di ajang Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015. Selain Linda, Indonesia juga punya Maria Febe Kusumastuti, tunggal putri binaan PB Djarum yang merupakan unggulan kedua.

Linda dan Febe diharapkan mampu mengatasi tantangan dari para pemain asing seperti Sindhu PV dari India yang merupakan unggulan pertama, Kim Hyo Min, unggulan ketiga dari Korea, serta sejumlah pemain muda Tiongkok yang ikut ambil bagian di turnamen berhadiah total 120 ribu Dollar AS ini.

Seperti dituturkan pelatih tunggal putri Edwin Iriawan, Linda memang diharapkan mampu mencapai peak performance di kejuaraan ini. Sebelum mengikuti turnamen ini, Linda juga berlaga di ajang Hong Kong Open Super Series dan Macau Open Grand Prix Gold 2015.

“Saya mau fokus satu demi satu pertandingan, tidak mau berpikir terlalu jauh soal lawan di hasil undian. Di babak kedua saya akan bertemu dengan pemain Tiongkok yang saya belum tahu seperti apa permainannya. Setelah ini saya akan berdiskusi dengan pelatih dan menonton video pertandingannya,” ujar Linda yang ditemui di stadion Graha Cakrawala.

Linda telah melewati laga pertamanya dengan memetik kemenangan straight game atas Lim Yin Fun (Malaysia), dengan skor 21-15, 21-18. Menang di game pertama, Linda sempat mengaku keteteran di awal pertandingan, dimana ia sempat ketinggalan 0-4. Kondisi lapangan yang melawan arah angin ternyata sedikit banyak mempengaruhi performa Linda di game kedua ini.

“Di game pertama saya dapat lapangan yang searah angin, jadi saya lebih enak untuk menyerang. Namun di game kedua kejadian sebaliknya, saya perlu tenaga ekstra untuk menyerang, sedangkan lawan lebih enak menyerang,” tutur Linda.

“Walaupun tadi menang dua game langsung, namun pertandingan berlangsung lumayan lama. Di pertandingan pertama ini, saya masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan,” tambahnya.

Masih dari sektor tunggal putri, pemain binaan Pelatnas Cipayung, Fitriani, tersingkir di babak pertama dari Chen Xiaoxin dengan skor 20-22, 14-21. Sedangkan pemain muda Gregoria Mariska baru akan turun menghadapi unggulan pertama dari India, Sindhu PV.

Hasil sementara babak pertama Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015 dapat dilihat di sini. (*)

No comments:

Post a Comment